Inspiring! you and me.
Penyesalan Artifisial untuk Ramadhan

Saya masih shock ketika tahu Ramadhan sudah di depan mata.

Saya baru sadar kalau dua bulan ini saya berfokus pada hal lain selain Ramadhan.

Saya sedih.

Saya merasa belum mempersiapkan dengan matang apa saja yang akan dilakukan di Ramadhan tahun ini.

Tidak pantas rasanya Allah memberikan saya kesempatan lagi utk merasakan indahnya berkah dan nuansa Ramadhan utk saya.

Andai kata dianggap sebuah mata kuliah, rasanya Ramadhan saya nilainya tidak lebih dari BC.

Jadi ingat bagaimana seriusnya saya di waktu kecil dulu. Saat SMP dengan sepeda kesayangan saya, saya mencari masjid mana saja yang mengadakan kegiatan Ramadhan. Bahkan saya ingat waktu itu jam 5.30an pagi saya dari rumah pergi ke Masjid Agung Bandung hanya utk melihat apakah ada kegiatan Ramadhan utk remaja di sana.

Sekarang, di umur 21 tahun ini… I just feel nothing.

Saya jadi teringat konsep ini. Kayaknya bagus kalau diterapkan di Ramadhan!

Membuat penyesalan artifisial (buatan).

Ya! Penyesalan memang selalau datang terakhir! Tapi gmn kalau tahun ini kita merasakan penyesalan itu di awal2 seperti skrg?

Dengan harapan kita akan melaksanakan segala kegiatan kita (terkait Ibadah dll.) di bulan Ramadhan dgn lebih niat, serius, dan tidak setengah-setengah.

Misal, kalau dari skrg kita udah menyesalkan kebiasaan kita yg makan buka puasa dgn porsi besar, maka nanti dgn sendirinya akan timbul rasa sadar utk tidak makan berlebihan. Mungkin bisa dihubungkan dengan bangun sahur yg suka telat krn malamnya makan berlebihan. Jadinya tahun ini gak telat sahur lagi deh..

Harapannya, kesalahan kita tahun kmrn gak lagi terjadi. Sehingga Ramadhan kali ini menjadi lebih berartiii.. ~~~

Jadi, bukan berarti penyesalan itu ada krn kejadian yg disesalkan sudah terjadi.

Malah, dgn penyesalan buatan ini diharapkan kita bisa menghindari kejadian tersebut dan menuju kesuksesan atas kegiatan2 dan harapan2 yg kita inginkan.

Konsepnya bikin pusing ga? Enggak kan?

Yowes yang penting kesimpulannya mari dari sekarang kita bayangkan.. apa saja hal2 yg sia-sia, yg tidak kita harapkan terjadi di Ramadhan yg bisa membuat kita menyesal telah melewatkan Ramadhan begitu saja. Cukup dgn membayangkannya diharapkan kita lebih aware utk berbuat tidak setengah2 di Ramadhan tahun ini.

Saya merasa ditempeleng ketika ada yg blg:

Terkadang kita RELA mengabaikan PERINTAH TUHAN, hanya demi MENYENANGKAN teman kita.

Katanya beriman, masa mengatakan dan melakukan kebenaran saja kita gengsi? Apalagi hanya karena takut dibilang sok soleh sama teman2 kita.

Ayoook! Pokoknya Ramadhan kali ini harus terasa kesudahannyaa! So, siap2 yoook!

“My love, my life, my days, my nights, my wealth, my prayer are for You.”

(Maher Zain – I Love You So)  *I feel like have a date with Allah every time I listen to this song.