Bumi Manusia dan The Alchemist
Hari ini saya merasa kaya sekali krn ada waktu utk bisa beli buku di Palasari.
I dont wanna tell the book yet. It’s great! hehehe.
Jam10an di sekre sudah ramai.
Ada Silvi yang baru beli buku APT yang Bumi Manusia.
Buku yg sering banget saya lihat di asrama.
Silvi lgsg memuji bgt bukunya. Katanya bagus banget.
JK Rowling masih abal2 dibandingkan APT. -__- itu kata Silvi.
Terus setelah itu saya dikasih lihat buku The Alchemist karya Paulo Coelho.
Tapi ini versi inggris british. Oh Lord, kecil banget.
Rupanya cara marketing percetakan buku di Indonesia adalah bikin buku2 luar terlihat besar; padahal kan jadinya di tas kepenuhaan!
Silvi blg dua buku ini bagus krn banyak makna dan hikmah yg bisa diambil.
Waaw, saya jadi berpikir ulang.
apakah perlu buku level tinggi utk mendapatkan hikmah dan makna kehidupan..
Tapi ya faktanya, seperti kata Helvy Tiana Rosa blg, buku mencuci otak kita.
Buku menjadikan kita menjadi seperti skrg ini.
Layaknya Gayus Tambunan yg pas kecil kayaknya baca buku Kancil yg suka mencuri shg jadinya si Gayus korupsi.
Buku memang merubah kita tanpa paksaan.
Karena kita ikhlas minta diberi hikmah oleh buku.
Beda dengan talim atau acara agama di TV.
Dari awal kita gak ikhlas menerima apa yg dibicarakan krn kita emang gak niat.
Sampai kapanpun, buku akan selalu jadi guru terbaik kita-tentunya setelah pengalaman.
Ayo Anggaaa! Sering2 baca bukuuu!